Rabu, 30 Oktober 2013

Kedudukan Pembukaan UUD negara RI tahun 1945 Dibandingkan Kaidah-Kaidah Negara Lain nya


JUDUL :Tugas Konstitusi
untuk
memenuhi tugas mapel PPKn
 







Di susun oleh :
                     Kelas X IPA 2
1. Moderator       : Fathurrohman
2. Operator  
       : Padmangga Banyfesko
3. Pemrasaran     : Fauziah
Woro
4. Penulis            : Yovika Indah L
5. Anggota          : Firdandi
Nur P
6. Anggota          : Rijal
Fathoni
7. Anggota          : Bintang Septiani
                     SMA NEGERI BANYUMAS
              Jl. Raya Pramuka, No. 13 Banyumas                                             2013/2014


KedudukanPembukaan UUD Negara RI Tahun 1945
       Di dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 termuat unsur-unsur seperti yang di syaratkan bagi adanya suatu tertib hukum (rechstorde,legal, order) yaitu “ kebulatan dari keseluruhan peraturan hukum “
       Di dalam suatu tertib hukum ,terdapat tata urutan yang bersifat hirarkis dimana UUD (pasal-pasalnya) tidaklah merupakan suatu peraturan hukum yang tertinggi . Di atasnya masih terdapat dasar-dasar pokok dari hukum dasar baik tertulis (UUD) maupun tidak tertulis (konvensi) dan terpisah yang di namakan pokok kaidah negara yang fundamental .

Pokok kaidah negara yang fundamental menurut ilmu hokum tata Negara mempunyai unsur mutlak :
A.                       Dari segi terjadinya , di tentukan oleh pembentuk Negara dan terjelma dalam suatu bentuk pernyataan lahir sebagai penjelmaan kehendak pembentuk Negara untuk menjadikan hal-hal tertentu sebagai dasar Negara yg di bentuknya.

B.                        Dari segi isi memuat dasar-dasar pokok negara yang di bentuk sebagiberikut :
       1. Dasar tujuan negara (tujuan umum dan khusus)
       2. Ketentuan di adakannya UUD yang tersimpul    dalam kalimat “ Maka di susunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu UUD Negara Indonesia”
       3. Bentuk negara
       4. Dasar filsafat negara (asas kerohanian) pancasila
Dengan demikian, Pembukaan UUD 1945 telah memenuhi syarat sebagai pokok kaidah negara yang fundamental.








A. Kedudukan pembukaan UUD dibandingkan pasal-pasal UUD
Pembukaan UUD 1945 mempunyai kedudukan sebagaiberikut:
a.   Dalam hubungan dengan tertib hukum Indonesia, pembukaan UUD 1945 mempunyai kedudukan yang terpisah dari batangtubuh UUD 1945. Dalam kedudukan sebagai pokok kaidah negara yang fundamental , pembukaan UUD 1945 mempunyai kedudukan lebih tinggi dari pada batangtubuh UUD1945.
b.  Pembukaan UUD 1945 merupakan tertib hokum tertinggi dan mempunyai kedudukan lebih tinggi dan terpisah dari batang tubuh UUD 1945.
c.   Pembukaan merupakan pokok kaidah negara yang fundamental yang menentukan adanya UUD negara, jadi ia merupakan sumber hokum dasar.
d.  Pembukaan UUD 1945 yang berkedudukan sebagai pokok kaidah negara yang fundamental , mengandung pokok-pokok pikiran yang harus di ciptakan / di wujudkan dalam pasal-pasal UUD 1945.


Peranan UUD 1945

A. Sebagai
norma hukum :
a.   UUD bersifat mengikat pemerintah, setiap lembaga
b.  Negara/masyarakat, setiap warga negara RI, dan penduduk. Berisi norma-norma, yaitu aturan atau ketentuan yang harus dilaksanakan dan ditaati.

B. Sebagai
hukum dasar :
a.   UUD merupakan sumber hokum tertinggi bagi hukum yang lebih rendah kedudukannya.
b.  Setiap produk hukum, yaitu UU, PP, Kepres, Perda, dan setiap kebijaksanaan pemerintah harus berdasarkan dan bersumber pada ketentuan UUD Negara RI 1945.
c.   Sebagai alat kontrol (fungsi), yaitu mengecek apakah norma hukum positif yang lebih rendah sesuai dengan ketentuan UUD Negara RI 1945.


B. Kedudukan Pembukaan UUD 1945 bila dibandingkan dengan kaidah negara yang lain
Dalam  kedudukan, pembukaan UUD 1945 bila dibandingkan dengan kaidahnegara lain. Pembukaan UUD 1945 mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari kaidah negara lain. Karena, pembukaan UUD 1945 bersifat fundamental yang dituliskan sehingga tidak boleh diubah.












C.Aktualisasi nilai-nilai yang ada dalam pembukaan,  dalam kehidupan sehari-hari
Aktualisasi adalah bagaiman cara mengaktualkan sesuatu sehingga benar-benar dapat tercermin dalam sikap dan perilaku.
Aktualisasi nilai dituntut selalu mengalami pembaharuan. Hakikat pembaharuan adalah perbaikan dari dalam dan melalui sistem yang ada. Atau dengan kata lain, pembaharuan mengandaikan adanya dinamika internal dalam diri pembukaan tersebut.
Perubahan yang ada bukan kebaharuan sama sekali namun perubahan yang kesinambungan. Artinya, aktualitas yang ada sekarang berdasar pada realitas yang telah ada pada masa lampau dan terbuka bagi adanya perubahan di masa depan.

Perilaku aktualisasi dalam kehidupan
Contoh perilaku akultualisasi:
a.
Meningkatkan potensi diri untuk semakin maju.
b.
Meningkatkan segala sesuatu sesuai kemampuan.
c.
Menjadi teladan yang baik bagi lingkungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar