JUDUL
:Tugas Konstitusi
untuk memenuhi tugas mapel PPKn
untuk memenuhi tugas mapel PPKn
Di
susun oleh :
Kelas X IPA 2
1. Moderator : Fathurrohman
2. Operator : Padmangga Banyfesko
3. Pemrasaran : Fauziah Woro
4. Penulis : Yovika Indah L
5. Anggota : Firdandi Nur P
6. Anggota : Rijal Fathoni
Kelas X IPA 2
1. Moderator : Fathurrohman
2. Operator : Padmangga Banyfesko
3. Pemrasaran : Fauziah Woro
4. Penulis : Yovika Indah L
5. Anggota : Firdandi Nur P
6. Anggota : Rijal Fathoni
7.
Anggota : Bintang Septiani
SMA
NEGERI BANYUMAS
Jl.
Raya Pramuka, No. 13 Banyumas 2013/2014
KedudukanPembukaan UUD Negara RI Tahun
1945
Di dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 termuat unsur-unsur seperti yang di syaratkan bagi adanya suatu tertib hukum (rechstorde,legal, order) yaitu “
kebulatan dari keseluruhan peraturan hukum
“
Di dalam suatu tertib hukum ,terdapat tata urutan
yang bersifat hirarkis dimana UUD (pasal-pasalnya) tidaklah merupakan suatu peraturan hukum
yang tertinggi . Di atasnya masih terdapat dasar-dasar pokok dari hukum dasar baik tertulis
(UUD) maupun tidak tertulis (konvensi) dan terpisah yang di namakan pokok kaidah negara yang fundamental .
Pokok kaidah negara yang fundamental menurut ilmu hokum tata Negara mempunyai unsur
mutlak :
A.
Dari segi terjadinya
, di tentukan oleh pembentuk Negara dan terjelma dalam suatu bentuk pernyataan lahir sebagai penjelmaan kehendak pembentuk Negara untuk menjadikan hal-hal tertentu sebagai dasar Negara yg
di bentuknya.
B.
Dari segi isi memuat dasar-dasar pokok negara yang di bentuk sebagiberikut :
1. Dasar tujuan negara (tujuan umum dan khusus)
2. Ketentuan di adakannya UUD yang tersimpul dalam kalimat “ Maka di susunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu
UUD Negara Indonesia”
3. Bentuk negara
4. Dasar filsafat negara (asas kerohanian) pancasila
Dengan demikian,
Pembukaan UUD 1945
telah memenuhi syarat sebagai pokok kaidah negara yang fundamental.
A. Kedudukan pembukaan UUD dibandingkan pasal-pasal UUD
Pembukaan
UUD 1945 mempunyai kedudukan sebagaiberikut:
a. Dalam hubungan dengan tertib hukum Indonesia, pembukaan UUD 1945 mempunyai kedudukan
yang terpisah dari batangtubuh UUD 1945. Dalam kedudukan sebagai pokok kaidah negara yang fundamental , pembukaan UUD
1945 mempunyai kedudukan lebih tinggi dari pada batangtubuh UUD1945.
b. Pembukaan
UUD 1945
merupakan tertib hokum tertinggi dan mempunyai kedudukan lebih tinggi dan terpisah dari batang tubuh
UUD 1945.
c. Pembukaan merupakan pokok kaidah negara
yang fundamental yang menentukan adanya
UUD negara, jadi ia merupakan sumber hokum dasar.
d. Pembukaan
UUD 1945 yang berkedudukan sebagai pokok kaidah negara yang fundamental , mengandung pokok-pokok pikiran yang harus di ciptakan / di
wujudkan dalam pasal-pasal UUD 1945.
Peranan UUD 1945
A. Sebagai norma hukum :
a. UUD
bersifat mengikat pemerintah,
setiap lembaga
b. Negara/masyarakat, setiap warga negara
RI, dan penduduk. Berisi norma-norma, yaitu aturan atau ketentuan yang harus dilaksanakan dan ditaati.
B. Sebagai hukum dasar :
a. UUD merupakan sumber hokum tertinggi bagi hukum
yang lebih rendah kedudukannya.
b. Setiap produk hukum,
yaitu UU, PP, Kepres, Perda, dan setiap kebijaksanaan pemerintah harus berdasarkan dan bersumber pada ketentuan
UUD Negara RI 1945.
c. Sebagai alat kontrol
(fungsi), yaitu mengecek apakah norma hukum positif
yang lebih rendah sesuai dengan ketentuan UUD Negara RI 1945.
B. Kedudukan Pembukaan UUD 1945 bila dibandingkan dengan
kaidah negara yang lain
Dalam kedudukan, pembukaan UUD 1945 bila dibandingkan
dengan kaidahnegara lain. Pembukaan UUD 1945 mempunyai kedudukan yang lebih tinggi
dari kaidah negara lain. Karena, pembukaan UUD 1945 bersifat fundamental yang dituliskan
sehingga tidak boleh diubah.
C.Aktualisasi nilai-nilai yang ada dalam pembukaan, dalam kehidupan sehari-hari
Aktualisasi adalah bagaiman cara mengaktualkan sesuatu sehingga benar-benar dapat tercermin dalam sikap dan perilaku.
Aktualisasi nilai dituntut selalu mengalami pembaharuan. Hakikat pembaharuan adalah perbaikan dari dalam dan melalui sistem yang ada. Atau dengan
kata lain, pembaharuan mengandaikan adanya dinamika
internal dalam diri pembukaan tersebut.
Perubahan
yang ada bukan kebaharuan sama sekali namun perubahan
yang kesinambungan. Artinya, aktualitas yang ada sekarang berdasar pada realitas yang telah ada pada masa lampau dan terbuka bagi adanya perubahan di masa depan.
Perilaku aktualisasi dalam kehidupan
Contoh perilaku akultualisasi:
a. Meningkatkan potensi diri untuk semakin maju.
b. Meningkatkan segala sesuatu sesuai kemampuan.
c. Menjadi teladan yang baik bagi lingkungan.
a. Meningkatkan potensi diri untuk semakin maju.
b. Meningkatkan segala sesuatu sesuai kemampuan.
c. Menjadi teladan yang baik bagi lingkungan.